Skill vs Gelar, Mana yang Lebih Dibutuhkan di Era AI?

Ilustrasi wisuda
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi berbagai sektor industri, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, hingga pendidikan. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga menuntut jenis kompetensi baru. 

img_title Tips Bijak Menggunakan PayLater untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, Awas Jangan Sampai Kebablasan!

Di tengah perubahan cepat ini, banyak profesional mempertanyakan apakah gelar akademik masih relevan, ataukah keterampilan praktis lebih menentukan keberhasilan karier.

Selain itu, perusahaan kini lebih fokus pada hasil dan produktivitas daripada sekadar kualifikasi formal. Dengan otomatisasi dan algoritma AI yang mampu melakukan banyak pekerjaan teknis, individu dituntut untuk memiliki kemampuan unik yang sulit digantikan mesin. 

img_title Tren Penggunaan PayLater di Momen Ramadan 2026, Dari Tiket Mudik hingga Bukber

Maka dari itu, memahami perbedaan antara skill dan gelar, serta perannya di era AI, menjadi sangat penting bagi siapa saja yang ingin tetap kompetitif.

Skill Praktis Lebih Menguntungkan

img_title 5 Pekerjaan Kreatif 'Makin Mahal' di Era AI

Berbagai riset menunjukkan bahwa keterampilan praktis saat ini lebih dihargai daripada gelar formal. Misalnya, kemampuan dalam pemrograman, analisis data, machine learning, dan literasi digital menjadi prioritas bagi banyak perusahaan teknologi. 

Studi yang dipublikasikan oleh Forbes (2025) menemukan bahwa keterampilan di bidang AI dapat meningkatkan gaji hingga 23%, bahkan melebihi nilai gelar akademik hingga tingkat PhD (forbes.com).

Halaman Selanjutnya
img_title