Ekonomi Sirkular Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Dampak Nyatanya bagi Industri dan Lingkungan
- Istimewa
Lifestyle – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ekonomi sirkular semakin sering dibicarakan, terutama ketika dunia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah plastik dan krisis lingkungan. Konsep ini tidak hanya relevan bagi industri, tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari.
Banyak yang mungkin bertanya, apa sebenarnya ekonomi sirkular dan bagaimana manfaatnya bisa dirasakan langsung?
Ekonomi sirkular pada dasarnya adalah sistem ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya. Artinya, sebuah produk yang sudah digunakan tidak berhenti di tempat pembuangan akhir, tetapi diproses kembali menjadi bahan baru yang bernilai.
Konsep ini mulai banyak diadopsi, termasuk oleh perusahaan besar, komunitas lokal, hingga kegiatan olahraga seperti Maybank Bali Marathon 2025 melalui inisiatif Circularity Tour yang digagas AQUA.
Circularity Tour menjadi momen di mana 10 pelari Maybank Marathon menyaksikan langsung bagaimana botol plastik pasca konsumsi dapat diolah kembali dan memiliki nilai baru bagi lingkungan.
Kegiatan dimulai dengan aksi bersih-bersih dari Pantai Segara Ayu menuju Pantai Bangsal di Sanur, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke dua lokasi penting dalam rantai daur ulang, yakni Bali PET sebagai fasilitas pengumpulan dan pemrosesan botol plastik, serta fasilitas produksi AQUA di Mambal.
Para peserta juga mengikuti sesi edukatif mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik secara bertanggung jawab. “Ekonomi sirkular adalah fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu, 30 Agustus 2025.