Sabun Muka Low pH Formula dan Non-SLS, Apa Manfaat dan Bedanya dengan yang Biasa?
- Freepik
Lifestyle – Di tengah maraknya tren skincare dan kesadaran akan kesehatan kulit, pilihan produk pembersih wajah semakin beragam. Jika dulu kita terbiasa dengan sabun muka yang menghasilkan banyak busa, kini konsumen, terutama perempuan Indonesia, semakin selektif dan mencari formula yang lebih lembut. Data dari survei Jakpat 2024 menunjukkan, hampir 70% perempuan berusia 18–34 tahun semakin memperhatikan pH seimbang dalam pembersih wajah mereka.
Hal ini bukan tanpa alasan. Para ahli kecantikan dan dermatolog sepakat, fondasi kulit yang sehat dimulai dari proses membersihkan wajah yang tepat. Pembersih wajah dengan formula Low pH dan non-SLS (Sodium Lauryl Sulfate) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ini. Namun, apa sebenarnya manfaat dan perbedaan mendasar dari kedua formula ini dibandingkan sabun muka konvensional?
Mengapa pH Kulit Sangat Penting?
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami apa itu pH. pH adalah singkatan dari potential of hydrogen yang mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. Angka 7 adalah netral, di bawah 7 bersifat asam, dan di atas 7 bersifat basa (alkali).
Kulit kita memiliki lapisan pelindung alami yang disebut acid mantle, dengan pH ideal berkisar antara 4,5 hingga 5,5 yang sedikit asam. Lapisan ini berfungsi layaknya perisai, menjaga kelembapan kulit dan melindungi dari bakteri, polusi, serta iritan eksternal.
Pembersih wajah konvensional yang bersifat basa (pH tinggi) dapat merusak acid mantle ini. Saat pH kulit terganggu, kulit menjadi rentan mengalami berbagai masalah, mulai dari kering, ketarik, iritasi, hingga kemerahan dan jerawat. Sebaliknya, pembersih wajah dengan formula Low pH dirancang untuk menjaga keseimbangan pH alami kulit. Dengan begitu, skin barrier tetap utuh, kulit terasa lembap, halus, dan tidak kehilangan minyak alami yang penting.