Telur Ayam Negeri vs Omega: Mana yang Lebih Bergizi untuk Anak?

Ilustrasi telur
Sumber :
  • Pixabay

Kandungan nutrisi yang lebih tinggi pada telur omega-3 memberikan manfaat kesehatan tambahan, terutama untuk perkembangan otak dan mata anak. Asam lemak omega-3, khususnya DHA, sangat penting untuk mendukung kemampuan kognitif, seperti konsentrasi, memori, dan pemecahan masalah. 

DHA juga berperan dalam perkembangan otak bayi dan anak-anak, menjadikan telur omega-3 pilihan ideal untuk anak usia dini. Selain itu, sifat anti-inflamasi omega-3 membantu menjaga kekebalan tubuh anak terhadap infeksi dan mendukung kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan kadar trigliserida.

Telur ayam negeri, meskipun kandungan omega-3-nya lebih rendah, tetap memberikan manfaat penting. Protein dalam telur ayam negeri membantu pembentukan otot dan jaringan tubuh, sementara vitamin B12 dan fosfor mendukung fungsi saraf dan pertumbuhan tulang. 

Kandungan kolin dalam kedua jenis telur juga berperan dalam perkembangan otak anak, membantu memecah asam amino homosistein yang dapat memengaruhi kesehatan jantung. Dengan demikian, kedua jenis telur ini memiliki nilai gizi yang signifikan, tetapi telur omega-3 menawarkan keunggulan tambahan untuk anak yang membutuhkan asupan omega-3 lebih tinggi.

Karakteristik Fisik dan Kualitas Telur

Secara visual, telur omega-3 dan telur ayam negeri memiliki perbedaan yang mencolok. Telur omega-3 biasanya memiliki kuning telur berwarna oranye pekat hingga jingga, yang menandakan kandungan betakaroten lebih tinggi. 

Tekstur kuning telurnya juga lebih padat dan tidak mudah pecah saat dipisahkan dari putih telur. Cangkang telur omega-3 sering kali lebih tebal dan berwarna lebih gelap, mengurangi risiko kerusakan dan kontaminasi bakteri. Sebaliknya, telur ayam negeri memiliki kuning telur berwarna kuning pucat dan cangkang yang lebih tipis, sehingga lebih rentan retak.