Antara Cinta dan Lelah, Konflik Emosional yang Sering Dialami Generasi Sandwich

Ilustrasi Sandwich Generation Bayar Semua Kebutuhan Rumah
Sumber :
  • Pixaby

LifestyleBayangkan pagi yang sibuk seorang ibu menyiapkan sarapan anak yang akan berangkat sekolah sambil menakar obat untuk ayahnya yang sudah renta. Belum lagi pekerjaan kantor yang menanti.

Inilah potret nyata banyak orang dewasa di era sekarang menjadi generasi sandwich. Sebuah posisi di mana seseorang terjepit tanggung jawab ganda yakni merawat orang tua sekaligus anak, dengan dirinya sendiri yang sering kali terabaikan.

Artikel ini akan mengupas pergulatan batin generasi sandwich bagaimana cinta bercampur dengan rasa lelah, beban emosional yang menumpuk, hingga cara bertahan agar tidak hancur di tengah tuntutan hidup.

Generasi Sandwich

Istilah sandwich generation pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada 1981 untuk menggambarkan orang dewasa yang berada di antara dua tanggung jawab yakni merawat anak di satu sisi dan orang tua di sisi lain. Layaknya isi dalam roti sandwich, mereka ’terhimpit’ di tengah kebutuhan dua generasi.

Kini, definisinya semakin luas. Bukan hanya mengurus anak kecil dan orang tua lanjut usia, sebagian juga merawat kakek-nenek atau saudara kandung. Kondisi ini membuat beban semakin berlapis hingga ada yang menyebutnya ’klub sandwich’.

Antara Cinta, Rasa Bersalah, dan Kelelahan