4 Kesalahan Umum dalam Kredit Mobil Bisa Sebabkan Keuangan Berantakan
- Freepik
Banyak orang hanya fokus pada cicilan bulanan tanpa mempertimbangkan biaya operasional mobil. Padahal, memiliki mobil berarti juga harus siap dengan pengeluaran tambahan, seperti bensin, servis rutin, pajak tahunan, asuransi, hingga biaya parkir dan tol.
Jika biaya-biaya ini tidak diperhitungkan sejak awal, pengeluaran bulanan bisa membengkak. Misalnya, seorang pemilik mobil dengan cicilan Rp2 juta per bulan mungkin harus mengeluarkan tambahan Rp1–1,5 juta untuk bensin dan perawatan. Jika gaji tidak cukup besar, kondisi ini bisa memaksa seseorang berutang lagi hanya untuk menutup kebutuhan lain.
3. Tidak Menyiapkan Uang Muka yang Cukup
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menyiapkan uang muka (down payment/DP) dalam jumlah ideal. Banyak orang tergoda dengan promo DP rendah, bahkan ada yang menawarkan nol persen. Sekilas memang terlihat meringankan, tapi sebenarnya akan membuat cicilan bulanan jauh lebih besar.
Idealnya DP minimal 25–30 persen dari harga mobil. Jika mobil seharga Rp200 juta sehingga DP sebaiknya Rp50–60 juta. Dengan DP besar, sisa pokok pinjaman akan lebih kecil sehingga cicilan bulanan lebih ringan. Selain itu, bunga yang harus dibayar selama tenor kredit juga otomatis lebih rendah.
4. Tidak Memperhitungkan Bunga
Kesalahan terakhir adalah hanya melihat besarnya cicilan bulanan tanpa menghitung total bunga yang harus dibayar. Banyak orang merasa nyaman dengan cicilan kecil karena memilih tenor panjang, misalnya 7 atau 8 tahun. Padahal, semakin panjang tenor, semakin besar bunga yang harus ditanggung.