Fenomena Career Switching di Usia 20-an Jadi Tren Baru Milenial dan Gen Z

Ilustrasi Gen Z kerja
Sumber :
  • Freepik

Era digital membawa perubahan besar dalam lanskap pekerjaan. Profesi seperti analis data, content creator, digital marketer, hingga spesialis kecerdasan buatan kini banyak diminati. Sementara itu, beberapa pekerjaan konvensional mulai ditinggalkan atau digantikan teknologi otomatisasi. Situasi ini membuat generasi muda merasa perlu beradaptasi dengan melakukan career switching agar tetap relevan di dunia kerja yang dinamis.

Fleksibel dan Keinginan Work-Life Balance

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih menghargai stabilitas, Milenial dan Gen Z mengutamakan fleksibilitas dan keseimbangan hidup. Banyak dari mereka yang meninggalkan pekerjaan tetap dengan jam kerja kaku demi profesi yang menawarkan kebebasan, seperti freelancer, remote worker, atau entrepreneur digital. Career switching sering kali menjadi jalan keluar untuk mendapatkan gaya hidup yang lebih sesuai dengan harapan mereka.

Perubahan Nilai Sukses

Dulu, kesuksesan diukur dari jabatan tinggi, kepemilikan rumah, atau lamanya masa kerja. Kini, sukses bagi Milenial dan Gen Z lebih identik dengan kepuasan batin, pengalaman berharga, serta kebebasan menentukan pilihan hidup. Oleh karena itu, career switching bukan dianggap langkah mundur, melainkan strategi untuk mencapai definisi sukses versi mereka sendiri.

Dorongan Lingkungan dan Media Sosial

Media sosial juga berperan besar dalam fenomena ini. Anak muda melihat banyak contoh sukses dari orang-orang yang berani mengambil jalur berbeda, seperti pekerja kantoran yang kemudian sukses menjadi pengusaha, atau lulusan sains yang beralih menjadi kreator digital. Paparan cerita inspiratif ini memotivasi banyak Milenial dan Gen Z untuk lebih berani mengambil risiko dalam karier mereka.