Perkembangan Fintech RI Makin Ngebut, Regulator Ingatkan Risiko Serangan Digital
- Freepik
Lifestyle – Pertumbuhan industri fintech yang semakin pesat mendorong berbagai pihak untuk memperkuat fondasi ekosistem digital nasional. Di tengah inovasi yang terus berkembang, kebutuhan akan peningkatan literasi, inklusi keuangan, dan perlindungan konsumen menjadi pembahasan utama yang mengemuka.
Pembukaan Mandiri BFN Fest 2025 di Jakarta menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan bagaimana pemerintah, regulator, dan industri berupaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan keamanan serta kepercayaan publik.
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Bank Mandiri sebagai Official Banking Partner dan Privy sebagai Official Digital Trust Provider, secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025 pada 10 Desember 2025.
Penyelenggaraan ini didukung oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta 11 kementerian/lembaga sebagai bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN). Tahun ini, BFN diikuti oleh 90 kontributor dan 90 mitra industri dari dalam dan luar negeri, menghadirkan lebih dari 90 program edukasi serta membuka lebih dari 160 peluang kerja.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Mandiri BFN Fest 2025 merefleksikan komitmen industri terhadap penguatan ekosistem fintech. Ia menyebut kegiatan ini sebagai kelanjutan dialog strategis dari berbagai agenda sektor keuangan digital sebelumnya.
“Fintech bukan hanya soal inovasi, tetapi bagaimana inovasi tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.
Penyelenggaraan Mandiri BFN Fest 2025
- Istimewa