Cold Wallet vs Hot Wallet, Mana Paling Amankan Aset Kripto?
- Freepik
Lifestyle – Investasi kripto di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Satu hal yang tidak kalah penting sebelum masuk ke pasar kripto, penting untuk memahami cara penyimpanan aset digital yang aman dan efisien.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total nilai transaksi aset kripto hingga bulan Oktober 2025 mencapai Rp 409,56 triliun seiring lonjakan transaksi bulanan sebesar 27,64 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah pengguna aktif juga meningkat hampir 3 persen menjadi 18,61 juta.
Dalam dunia kripto dikenal cold wallet (dompet dingin) dan hot wallet (dompet panas) di mana keduanya punya peran besar dalam menjaga aset digital tetap terlindungi. Pemilihan dompet kripto menjadi keputusan penting yang memengaruhi keamanan aset mengingat meningkatnya risiko kejahatan siber serta maraknya transaksi digital.
Apa Itu Hot Wallet?
Hot wallet adalah dompet kripto yang selalu terhubung ke internet. Dompet jenis ini memberi kemudahan akses yang sangat tinggi, sehingga cocok bagi pengguna yang melakukan transaksi harian.
Pengguna dapat mengirim, menerima, dan mengelola aset secara cepat melalui aplikasi di ponsel atau browser.
Karena sifatnya yang online, hot wallet menjadi favorit trader aktif. Contoh hot wallet meliputi Metamask, Trust Wallet, Coinbase Wallet, hingga layanan wallet yang tersedia di aplikasi exchange seperti Binance atau platform lokal.