Flexing di Media Sosial Bikin Dompet Kering? Begini Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi Flexing (Pamer)
Sumber :
  • Antara

Hubungan Flexing dengan Pengeluaran Tidak Perlu

Masalah terbesar dari flexing adalah memicu pengeluaran yang tidak perlu. Banyak orang rela berhutang demi membeli gadget terbaru, tas branded, atau sekadar nongkrong di kafe hits agar bisa dipamerkan di feed Instagram.

Pengeluaran tersebut tidak sejalan dengan kondisi finansial sebagian besar masyarakat, khususnya mereka yang masih bergaji pas-pasan. Misalnya, seseorang dengan penghasilan setara UMR memaksakan diri membeli barang mewah hanya demi terlihat "setara" dengan lingkungan pertemanannya.

Uang yang seharusnya dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan pokok justru habis demi konten yang sifatnya sementara. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko terjerat utang konsumtif akan semakin besar.

Dampak Jangka Panjang pada Keuangan

Flexing berdampak sesaat pada kondisi dompet serta merusak rencana keuangan jangka panjang. Dana darurat, investasi, hingga tabungan untuk masa depan kerap terabaikan karena terlalu sibuk membiayai gaya hidup mewah semu.

Bahkan, survei keuangan menunjukkan bahwa banyak anak muda di era digital lebih rentan terjerat utang kartu kredit akibat dorongan gaya hidup konsumtif. Alih-alih membangun aset produktif, mereka justru terjebak dalam lingkaran pay later atau cicilan barang mewah yang tidak benar-benar dibutuhkan.