7 Kesalahan Fatal Saat Negosiasi Gaji yang Harus Anda Hindari

Ilustrasi Negosiasi Gaji
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Negosiasi gaji sering kali menjadi momen menegangkan bagi para pekerja profesional maupun lulusan baru (fresh graduate) yang baru terjun ke dunia kerja. Kemampuan bernegosiasi bukan hanya soal keberanian, tetapi juga strategi dan persiapan matang.

Rasa canggung atau kurangnya persiapan membuat seseorang menerima angka yang sebenarnya tidak sebanding dengan nilai, pengalaman hingga kemampuan. Salah langkah sedikit saja, hasilnya bisa merugikan Anda untuk jangka panjang.

Karena itu, memahami kesalahan apa saja yang sering dilakukan saat negosiasi gaji menjadi kunci penting agar peluang mendapatkan kompensasi terbaik tidak hilang begitu saja. Berikut kesalahan negosiasi gaji tidak sesuai keinginan Anda.

1. Tidak Melakukan Riset Pasar

Kesalahan paling umum adalah datang tanpa bekal data. Banyak kandidat tidak mencari tahu kisaran gaji untuk posisi serupa di industri yang sama. Tanpa riset, Anda bisa saja menyebut angka terlalu rendah sehingga merugikan diri sendiri, atau terlalu tinggi sehingga perusahaan merasa tawaran Anda tidak realistis. Padahal, informasi kisaran gaji kini mudah ditemukan melalui situs karier, laporan industri, hingga forum profesional.

2. Langsung Menerima Tawaran Pertama

Banyak orang tergoda mengiyakan tawaran gaji pertama dari perusahaan karena takut kesempatan kerja hilang. Padahal, tawaran pertama biasanya masih terbuka untuk negosiasi. Jika Anda langsung setuju tanpa berdiskusi, bisa jadi Anda melewatkan kesempatan untuk mendapatkan angka yang lebih baik atau fasilitas tambahan.

3. Menyebutkan Angka Tanpa Dasar

Mengajukan nominal gaji hanya berdasarkan perasaan adalah kesalahan besar. Setiap angka yang Anda sebut harus memiliki alasan logis, misalnya pengalaman bertahun-tahun di bidang tertentu, keahlian khusus yang jarang dimiliki orang lain, atau pencapaian kerja yang terbukti. Dengan begitu, perusahaan melihat Anda sebagai kandidat yang profesional dan berorientasi pada nilai.

4. Fokus Hanya pada Gaji Pokok

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah terlalu terpaku pada gaji bulanan. Padahal, total kompensasi tidak hanya terdiri dari gaji pokok. Ada bonus tahunan, tunjangan kesehatan, asuransi, program pensiun, hingga fasilitas seperti cuti tambahan atau opsi kerja fleksibel. Dengan melihat gambaran lebih luas, Anda bisa menilai apakah tawaran yang diberikan sebenarnya sudah kompetitif meski gaji pokoknya tidak terlalu tinggi.

5. Bersikap Terlalu Kaku atau Agresif

Negosiasi membutuhkan keseimbangan komunikasi. Jika Anda bersikap terlalu agresif, perusahaan bisa menilai Anda sulit diajak bekerja sama. Sebaliknya, jika terlalu pasif, Anda bisa dianggap tidak percaya diri dengan nilai yang dimiliki. Kunci suksesnya adalah menjaga komunikasi tetap profesional, tegas, namun tetap fleksibel dan terbuka untuk berdiskusi.

6. Tidak Menunjukkan Nilai Diri

Negosiasi bukan sekadar adu angka. Kesalahan yang sering terjadi adalah kandidat tidak mampu meyakinkan perusahaan bahwa dirinya layak mendapat kompensasi lebih tinggi. Jelaskan kontribusi apa yang bisa Anda berikan, bagaimana keterampilan Anda bisa mempercepat target perusahaan, atau pengalaman unik yang memberi nilai tambah. Semakin jelas manfaat Anda, semakin besar peluang perusahaan mempertimbangkan angka yang Anda ajukan.

7. Tidak Siap dengan Rencana Alternatif

Terkadang perusahaan memang memiliki keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa memenuhi angka yang Anda minta. Kesalahan fatal adalah tidak menyiapkan rencana alternatif. Anda tetap bisa bernegosiasi dengan cara lain, misalnya meminta pelatihan tambahan, jadwal kerja fleksibel, atau bonus berbasis kinerja. Dengan begitu, Anda tetap mendapatkan keuntungan meski gaji pokok tidak sesuai harapan.

Negosiasi gaji bukan sekadar keberuntungan, melainkan kemampuan yang bisa dilatih. Dengan menghindari tujuh kesalahan di atas, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan kompensasi yang lebih adil dan sesuai dengan nilai diri Anda.

PErusahaan mencari kandidat yang tahu apa yang ia tawarkan sekaligus realistis dalam harapan. Jadi, persiapkan diri Anda dengan baik, lakukan riset, dan komunikasikan nilai Anda dengan percaya diri.