Perlukah Les Tambahan untuk Anak? Ini Jawaban Ahli dan Pertimbangannya
- Freepik
Lifestyle –Di banyak keluarga, les tambahan sudah menjadi rutinitas setelah pulang sekolah. Orang tua kerap khawatir anaknya ketinggalan pelajaran atau gagal bersaing dalam ujian, sehingga jalan pintasnya adalah mendaftarkan mereka ke berbagai kursus.
Namun, pertanyaan mendasarnya apakah semua anak benar-benar membutuhkan les tambahan? Artikel ini membahas manfaat, risiko, serta pandangan ahli pendidikan dunia untuk membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih bijak.
Les tambahan atau yang dalam literatur internasional disebut private tutoring atau shadow education adalah kegiatan belajar di luar jam sekolah yang bertujuan memperkuat atau memperluas pemahaman anak. Bentuknya beragam bisa les privat satu-satu, kursus kelompok kecil, bimbingan persiapan ujian, hingga kursus hobi seperti musik, coding, atau bahasa asing.
Fenomena ini begitu masif, terutama di Asia. Di Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok, jutaan siswa mengikuti les tambahan hampir setiap hari. Sementara di Indonesia, bimbingan belajar (bimbel) offline maupun online tumbuh pesat sebagai industri pendidikan.
Manfaat Les Tambahan
Bila dilakukan dengan tepat, les tambahan bisa memberi dampak positif yang nyata:
- Mengisi kesenjangan belajar. Anak yang kesulitan memahami pelajaran di sekolah bisa mendapat penjelasan lebih personal dari tutor.
- Persiapan menghadapi ujian. Les sangat membantu untuk menghadapi ujian besar seperti ujian masuk sekolah unggulan, olimpiade, atau tes bahasa internasional.
- Pendekatan belajar yang personal. Setiap anak punya gaya belajar berbeda; les memungkinkan metode disesuaikan, tidak sekadar mengikuti tempo kelas.
- Meningkatkan rasa percaya diri. Anak yang berhasil memahami materi setelah les biasanya lebih bersemangat dan tidak takut menghadapi ujian.