5 Ciri Financial Abuse yang Harus Anda Kenali agar Tidak Terjebak dalam Hubungan Toxic

Ilustrasi konflik pasangan
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Ketika berbicara tentang kekerasan dalam hubungan, banyak orang langsung memikirkan kekerasan fisik atau verbal. Namun, ada bentuk lain yang tidak kalah berbahaya dan sering luput dari perhatian, yaitu financial abuse atau kekerasan finansial

Kondisi tersebut terjadi ketika salah satu pihak berusaha mengendalikan pasangannya melalui akses terhadap uang, harta, atau sumber daya finansial. Financial abuse bisa membuat korban kehilangan kemandirian ekonomi, sulit keluar dari hubungan toxic, bahkan terjerat utang yang bukan tanggung jawabnya. 

Sifatnya sering tersembunyi, banyak orang baru menyadari setelah dampaknya terasa berat. Berikut setidaknya lima tanda financial abuse.

1. Pasangan Membatasi Akses Keuangan

Salah satu tanda utama financial abuse adalah ketika pasangan sengaja membatasi akses Anda terhadap uang. Misalnya, semua pendapatan disimpan atas nama mereka, dan Anda harus meminta izin untuk sekadar mengambil uang belanja.

Kondisi ini membuat Anda tidak memiliki kendali atas keuangan pribadi. Dalam jangka panjang, kemandirian finansial hilang, dan Anda terjebak dalam ketergantungan penuh. Jika pasangan menggunakan kontrol ini sebagai cara mengatur hidup Anda, itu sudah masuk kategori kekerasan finansial.

2. Memaksa Berutang atas Nama Sendiri