Learning for Life untuk Dukung Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata
- Pixabay
Lifestyle –Pariwisata kini bukan hanya soal menjelajahi tempat indah, tapi juga tentang bagaimana setiap perjalanan bisa membawa dampak positif bagi masyarakat lokal. Di berbagai daerah, pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis pariwisata.
Dari homestay ramah lingkungan hingga produk kerajinan tangan khas daerah, semua lahir dari semangat mandiri dan cinta pada budaya sendiri.
Namun, di balik itu, penting juga menumbuhkan kesadaran wisatawan akan konsumsi yang bertanggung jawab agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar mendukung keberlanjutan, bukan sekadar gaya hidup sementara.
Terkait dengan hal itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Diageo Indonesia meluncurkan program Learning for Life (L4L), sebuah inisiatif pelatihan yang bertujuan mendukung pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan di sektor pariwisata, sekaligus memberikan edukasi mengenai konsumsi bertanggung jawab.
Kerja sama ini dilandasi oleh penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenpar dan Diageo pada April 2025, yang menandai komitmen kedua pihak untuk membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan kegiatan perdana Learning for Life menjadi langkah awal dari serangkaian aktivitas lain yang akan dilakukan dalam dua tahun ke depan. Dimulai pada 10 Oktober di Desa Budeng, Jembrana; dan 23 Oktober di Desa Pacung Buleleng.
Program ini menargetkan pemberian manfaat kepada 1.000 peserta hingga tahun 2026, mencakup pelatihan keterampilan, literasi kewirausahaan, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata.