Rawat Persaudaraan hingga Perkuat Toleransi Antarumat Beragama, Ini 3 Makna Mendalam Terowongan Silaturahim
- tvonenews
Lifestyle - Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdiri berhadapan sekadar bangunan bersejarah atau tempat ibadah, tetapi simbol nyata kerukunan umat beragama di Indonesia. Kini, simbol itu semakin kuat dengan hadirnya Terowongan Silaturahim, yaitu jalur bawah tanah yang menghubungkan langsung dua tempat ibadah tersebut.
Terowongan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan pesan damai yang diwujudkan dalam bentuk nyata. Proyek ini sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Kehadirannya menjadi bukti bahwa harmoni bisa dibangun bukan hanya melalui kata, tetapi juga lewat tindakan dan ruang bersama.
Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Sebuah simbol bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirayakan. Berikut makna dan pesan mendalam dari keberadaan Terowongan Silaturahim.
1. Simbol Persaudaraan dan Toleransi
Terowongan Silaturahim terletak pada nilai persaudaraan yang melampaui batas agama. Jalur ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan jembatan untuk saling memahami. Umat Muslim dan Katolik dapat berjalan berdampingan dalam satu koridor yang sama sebagai cerminan Bhinneka Tunggal Ika.
Nilai persaudaraan (brotherhood) yang melekat di kalangan peserta didik dan Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta menjadi inspirasi digagasnya kegiatan bertajuk Empat Kunci, Satu Pintu Persaudaraan. Acara ini merupakan rangkaian dari program Road to Lustrum XII, yang puncaknya akan digelar pada 15 November 2025 di kompleks SMA Pangudi Luhur, Brawijaya, Jakarta Selatan.
Ilustrasi Terowongan Silaturahim
- Istimewa