Bukan Sekadar Seremoni, Peran Perempuan Jadi Kunci Pembudayaan Nilai Pancasila

Ilustrasi ibu dan anak
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle –Peringatan Hari Ibu kini semakin dimaknai sebagai momentum refleksi tentang peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar perayaan simbolik. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, perempuan hadir sebagai figur sentral dalam keluarga, pendidikan, dan komunitas. 

img_title Dampak Bencana Terhadap Kesehatan dan Mental Perempuan, Ini Bantuan yang Diperlukan

Dari cara menanamkan nilai pada anak hingga membangun kepedulian di lingkungan sekitar, perempuan berkontribusi besar dalam membentuk karakter dan arah masa depan masyarakat. Peran ini kerap berlangsung secara alami, namun dampaknya nyata dan berkelanjutan.

Dalam konteks gaya hidup modern, perempuan juga semakin aktif mengambil peran sebagai pendidik nilai, pemimpin informal, hingga penggerak sosial yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Kepekaan terhadap lingkungan, kemampuan merawat relasi sosial, serta keteguhan dalam memegang nilai menjadikan perempuan sebagai pilar penting dalam membangun kohesi sosial dan peradaban yang beradab. 

img_title Jangan Dianggap Sepele, GTM Bisa Sebabkan Anak Berisiko Kekurangan Gizi

Peran ini tak selalu hadir di ruang formal, tetapi tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten dilakukan. Kesadaran akan peran strategis tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam peringatan Hari Ibu 2025. 

Melalui Lokakarya Tematik bertema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran strategis perempuan dalam membangun tatanan sosial, pendidikan, dan peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

img_title Pentingnya Kesadaran terhadap Kesehatan Mental bagi Para Ibu di Indonesia

Lokakarya diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen BPIP dalam membumikan Pancasila secara kontekstual dan inklusif, khususnya melalui pemberdayaan perempuan sebagai pendidik, pemimpin komunitas, dan penggerak sosial di berbagai lapisan masyarakat. Peringatan Hari Ibu dimaknai tidak sekadar sebagai seremoni, melainkan momentum mendorong aksi nyata dalam memperkuat pendidikan karakter dan kohesi sosial.

Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks atau simbol formal, melainkan fondasi moral, pemersatu bangsa, dan pedoman etis yang harus hidup dalam praktik sosial, pendidikan, serta kebijakan publik.

Halaman Selanjutnya
img_title