Benarkah Pola Asuh yang Salah Bisa Membentuk Anak Jadi Narsistik? Ini Penjelasannya
- Freepik
Lifestyle – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah narcissistic personality disorder atau NPD semakin sering dibicarakan, baik di ruang akademik maupun perbincangan sehari-hari. Gangguan ini ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan besar akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain.
Banyak orang bertanya-tanya, apakah gangguan ini murni bawaan genetik, atau justru bisa terbentuk akibat pola asuh yang salah sejak kecil.
Menariknya, berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memang berperan penting dalam pembentukan sifat narsistik pada anak. Tentu, faktor genetik tidak bisa diabaikan, tetapi lingkungan keluarga dan cara orang tua mendidik anak memiliki kontribusi besar.
Dengan kata lain, pola asuh tertentu dapat meningkatkan risiko anak mengembangkan sifat narsistik bahkan hingga ke tahap gangguan kepribadian.
Pola Asuh Overvaluation: Pujian Berlebihan
Salah satu pola asuh yang paling sering dikaitkan dengan munculnya sifat narsistik adalah overvaluation atau pujian berlebihan tanpa dasar. Orang tua yang terus-menerus mengatakan bahwa anaknya lebih hebat daripada anak lain dapat membuat si kecil membentuk citra diri yang tidak realistis.
Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (2015) menemukan bahwa anak yang mendapat perlakuan ini lebih berisiko mengembangkan sifat narsistik dibanding anak yang dibesarkan dengan kasih sayang hangat namun realistis.