Dampak Bencana Terhadap Kesehatan dan Mental Perempuan, Ini Bantuan yang Diperlukan

Ilustrasi asuransi kesehatan
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh membawa dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak. Selain merusak permukiman, bencana ini juga memutus mata pencaharian warga sehingga memperburuk kondisi sosial ekonomi keluarga. 

img_title 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Mental, Begini Solusi dari Pemerintah

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan ribuan keluarga terdampak dengan proporsi pengungsi terbesar berasal dari kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak.

Di tengah situasi darurat tersebut, upaya pemulihan tidak hanya difokuskan pada penyediaan kebutuhan dasar, tetapi juga pada penguatan kesehatan mental dan kesiapan masyarakat untuk kembali produktif. 

img_title 6 Kota Kecil di Indonesia yang Cocok untuk Self-Healing Lebaran, Tertarik?

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah memfasilitasi dukungan revitalisasi saluran irigasi pertanian, cek kesehatan dan pemulihan trauma bagi perempuan dan anak-anak guna memperkuat kesiapan mental dan mendorong kebangkitan produktivitas masyarakat.

Program ini dinilai penting karena kerusakan infrastruktur dan tekanan psikologis pascabencana dapat menghambat proses pemulihan jangka panjang.

img_title 6 Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

“Perempuan adalah fondasi ketahanan ekonomi keluarga. Ketika mereka terdampak bencana, pemulihan ekonomi akan berjalan jauh lebih lambat. Karena itu, Amartha memprioritaskan bantuan yang relevan bagi masyarakat dan perempuan pengusaha mikro di wilayah bencana. Di fase awal, Amartha.org menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 warga terdampak,” tutur Aria Widyanto, Chairman Amartha.org.

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 7.000 liter air bersih, pembukaan dapur umum, pembagian paket perlengkapan kebersihan, serta penyediaan peralatan sekolah untuk anak-anak. Namun demikian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa penyintas perempuan masih menghadapi tekanan emosional yang signifikan. 

Halaman Selanjutnya
img_title