Kanker Menempati Urutan Ketiga Penyebab Kematian di Indonesia
- Freepik
Lifestyle –Penyakit kanker masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional dan menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 mencatat lebih dari 408.661 kasus baru, dengan angka kematian mencapai 242.099 kasus.
Pada perempuan, kanker payudara dan kanker leher rahim menjadi jenis dengan beban tertinggi, sementara pada laki-laki, kanker paru dan kanker kolorektal mendominasi.
Terkait penyebab kanker, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, menjelaskan bahwa penyebab kanker berbeda-beda tergantung pada organ tubuh yang terdampak. Meski demikian, secara umum faktor penyebab kanker masih terus diteliti hingga saat ini.
“Penyebabnya masih dalam penelitian, tetapi beberapa sudah diketahui. Ada yang keturunan ada yang disebabkan oleh virus, ada yang disebabkan oleh gaya hidup, ada yang disebabkan oleh apa yang kita makan sehari-hari. Kita masih meneliti bagaimana sebuah kanker itu terjadi, penyebabnya beda-beda. Misalnya kanker serviks penyebabnya virus, kalau virus sama seperti covid bisa divaksin misalnya. Tapi payudara bukan virus tapi penyebab lain, genetik bisa, non genetik bisa, ini masih diteliti terus. Jadi satu kanker di satu organ penyebabnya berbeda-beda, ada hormonal, ada genetik dan sebagainya,” kata dia saat ditemui awak media dalam acara World Cancer Day, Minggu 1 Februari 2026 di Jakarta.
Penting untuk mencegah kanker dengan cara melakukan deteksi dini. Mengingat banyak kasus kanker yang datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut. Disebutnya bahwa cek kesehatan gratis bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker.
“Deteksi dini, jika ada sesuatu yang dirasa tidak enak periksa. Ada cek kesehatan gratis sekarang sudah 75 juta itu sedikit dari 285 juta penduduk tapi ini terus bergulir termasuk di dalamnya deteksi kemungkinan kanker tahap awal,” kata dia.
Inovasi