Operasi Ligamen Artifisial Seberapa Efektif Atasi Masalah Cedera?
- Freepik
Lifestyle –Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan, terutama pada bidang tindakan operasi. Prosedur bedah yang dulu identik dengan sayatan besar, risiko tinggi, dan waktu pemulihan lama, kini semakin berkembang menjadi lebih presisi dan minim invasif. Kehadiran teknologi seperti penggunaan ligamen buatan atau artifisial ligamen.
Teknologi ini pertama kali dilakukan d RS Premier Bintaro baru-baru ini. Penggunaan artificial ligament merupakan terobosan terbaru dalam penanganan cedera ligamen lutut, khususnya bagi pasien dengan kebutuhan stabilitas sendi yang optimal dan proses pemulihan yang lebih cepat.
“Berbeda dengan metode konvensional, teknologi ini menawarkan pendekatan modern yang diharapkan dapat meningkatkan hasil fungsional pasien serta mempercepat proses rehabilitasi,” kata Ahli bedah ortopedi dan trauma, (Konsultan Cedera Olahraga) dr. Sapto Hardjosworo, SP.OT, Subsp.CO, dalam keterangannya.
Lebih lanjut diungkap oleh Sapto, selama ini jika ditemukan kejadian putus urat di dalam lutut, umumnya dokter akan menggantikan urat tersebut dengan urat di bagian tubuh lain. Biasa kata Sapto untuk menggantikan urat yang putus biasanya diambil dari urat di belakang paha atau di betis. Namun kata Sapto ada cara lainnya yang bisa dilakukan yakni dengan menggunakan urat dari donor yang sudah meninggal.
”Nah itu kan berarti kan ada yang dikorbankan untuk menggantikan urat yang putus tersebut. Kalau tidak mau menggunakan urat dari bagian tubuh korbn sendri, alternatifnya adalah mengambil donor dari orang yang sudah meninggal. Tapi kan kita nggak punya teknologi seperti itu sekarang. Dan resikonya juga besar, seperti infeksi misalnya,” kata dia melanjutkan.
Ia menjelaskan bahwa material yang digunakan dalam tindakan tersebut tergolong aman untuk ditanamkan di dalam tubuh, dengan gambaran fisik yang dianalogikan secara sederhana, yakni,
“Aman ditanamkan di dalam tubuh kita, bentuknya kayak serabut-serabut benang yang dijalin membentuk kayak seperti pita. Kan urat itu kan kalau kita pernah lihat urat itu seperti apa ya, ya urat kayak tali, kayak tali sepatu gitu. Nah itu analoginya kira-kira sama lah, seperti ya tali sepatu cuma dalam diameter tertentu,” kata dia.