Dukungan Psikologis hingga Sanitasi, Ini yang Dibutuhkan Anak-anak Pasca Banjir
- Pixabay
Lifestyle – Beberapa hari setelah banjir besar melanda wilayah Jembrana, suasana di Panti Asuhan Alas Kasih mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski demikian, kondisi psikis sebagian anak masih tampak terpengaruh oleh pengalaman traumatis tersebut.
Ketika air meluap hingga memasuki area asrama, mereka harus beradaptasi dengan suasana darurat yang asing dan menegangkan. Situasi seperti ini kerap memicu rasa takut berkepanjangan, gangguan tidur, serta kecemasan akibat kehilangan rasa aman.
Oleh karena itu, anak-anak membutuhkan dukungan psikologis berupa pendampingan emosional, ruang bercerita yang aman, serta interaksi positif yang membantu mereka memproses peristiwa tersebut.
Tanpa dukungan ini, anak dapat mengalami stres pascabencana yang berpotensi memengaruhi perkembangan emosional mereka.
Selain kebutuhan psikologis, aspek sanitasi juga menjadi fokus penting pasca banjir. Air yang meluap membawa potensi kontaminasi bakteri, virus, dan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan pernapasan.
Lingkungan tinggal yang tergenang atau lembap membuat risiko kesehatan meningkat, terutama pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.
Oleh karena itu, kebutuhan sanitasi seperti sabun, disinfektan, air bersih, perlengkapan mandi, serta fasilitas kebersihan yang layak sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan penyakit. Pemulihan sanitasi yang cepat dan tepat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, mendukung proses pemulihan mereka secara menyeluruh.