Ngeri! 7 Bahaya Kesehatan Imbas Menggoreng Makanan Pakai Minyak Jelantah
- iStock
Lifestyle – Menggoreng menjadi cara memasak yang praktis dan digemari banyak orang. Kebiasaan memakai minyak berulang kali merupakan risiko besar yang sering diremehkan yang berdampak buruk terhadap kesehatan.
Memakai minya bekas menggoreng berulang kali dianggap dapat menghemat pengeluaran belanja. Sayangnya, bahaya kesehatan yang timbul imbas memakai minyak jelantan lebih besar dibandingkan cuan yang terkumpul dari aksi hemat minyak goreng ini.
Dalam jangka panjang, mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak bekas dapat memicu masalah serius bahka merenggut nyawa. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tujuh bahaya yang perlu Anda waspadai sebelum kembali menggunakan minyak bekas di dapur.
1. Pembentukan Senyawa Karsinogenik
Salah satu bahaya utama minyak jelantah adalah munculnya senyawa karsinogenik, seperti akrilamida dan polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). Senyawa ini terbentuk ketika minyak dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi.
Menurut World Health Organization (WHO), paparan akrilamida dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker. Jika warnanya sudah sangat gelap dan beraroma tengik, itu tanda bahan berbahaya telah terbentuk dalam jumlah tinggi.
2. Meningkatkan Kolesterol Jahat (LDL)