Air Sumur Belum Tentu Aman Diminum, Ini Alasan Pentingnya Disaring Menurut Ahli
- Freepik
Lifestyle –Bagi banyak keluarga Indonesia, air sumur masih menjadi sumber utama untuk kebutuhan rumah tangga dari memasak, mencuci, hingga mandi setiap hari. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan, lebih dari 35 persen rumah tangga di Indonesia masih mengandalkan air sumur, sementara 70 persen sumber air minum rumah tangga terindikasi terkontaminasi limbah atau bakteri berbahaya, menurut riset UNICEF Indonesia.
Masalah ini tidak selalu terlihat. Air yang tampak jernih pun belum tentu bebas dari kontaminan seperti zat besi (Fe), mangan (Mn), kalsium (Ca), magnesium (Mg), maupun bakteri E. coli. Zat-zat ini bisa menimbulkan berbagai masalah mulai dari noda kecoklatan di kamar mandi, air berbau logam, kulit kering, rambut kasar, hingga risiko penyakit pencernaan.
Maka dari itu penting untuk menyaring air sumur yang akan dijadikan untuk konsumsi harian mengingat sebagian besar rumah tangga di Indonesia masih menggunakan air sumur sebagai sumber yang aman untuk dikonsumsi.
Beberapa alasan pentingnya melakukan penyaringan air seperti dilansir dari berbagai sumber
1. Kemungkinan adanya bakteri dan mikroorganisme berbahaya
Sumber air sumur pribadi atau yang tidak melalui pengolahan layak memiliki risiko lebih besar terkena kontaminasi mikroorganisme seperti E. coli, virus, ataupun parasit. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut apabila air sumur mengandung kuman atau bahan kimia berbahaya, jangan diminum hingga diolah dulu. Dengan melakukan penyaringan, kita bisa mengurangi risiko penyakit seperti diare, muntah, infeksi saluran cerna dan gangguan lainnya.
"Air sumur yang mengandung kuman atau bahan kimia berbahaya dapat membuat Anda sakit. Mengolah air sumur untuk menghilangkan kuman atau bahan kimia tersebut dapat membuatnya aman untuk diminum," kata CDC.