Indonesia Pimpin Inovasi Terapi Stem Cell di Asia Tenggara, Sudah Masuk Tahap Uji Klinis Manusia

Ilustrasi stem cell.
Sumber :
  • Freepik.

Lifestyle – Indonesia kembali mencatatkan langkah besar dalam dunia kesehatan. Di tengah negara-negara Asia Tenggara yang masih berkutat pada penelitian laboratorium dan uji hewan, Indonesia kini menjadi salah satu pionir dalam pengembangan terapi stem cell yang telah mencapai tahap uji klinis pada manusia. Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam bidang pengobatan regeneratif dan menunjukkan kesiapan Indonesia menuju era clinical-grade stem cell therapy yang diakui secara ilmiah.

img_title 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Mental, Begini Solusi dari Pemerintah

Presiden Direktur Kalbe Regenic Stem Cell, dr. Sandy Qlintang, M.Biomed, menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia dalam bidang ini terbilang menonjol dibandingkan negara lain di kawasan.

"Saya melihat sangat-sangat luar biasa ya perkembangannya dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Kenapa? Karena negara-negara tetangga lebih banyak ke arah uji in-vitro penelitian-penelitian riset di hewan, uji in-vitro gitu ya sedangkan di Indonesia sudah masuknya ke level yang bukan hanya uji in-vitro ataupun animal tapi juga masuk ke dalam uji ke manusia," kata dr. Sandy, di Jakarta, Senin 27 Oktober 2025.

img_title 6 Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

Menurutnya, langkah ini tak lepas dari sinergi kuat antara regulator, akademisi, industri, dan tenaga medis yang berkolaborasi dalam ekosistem riset nasional. Meski demikian, Dr. Sandy menegaskan bahwa kemajuan ini tetap berada dalam koridor etika penelitian yang ketat.

"Uji-uji klinis ini terus kita harus kawal tentunya ya di dalam koridor penelitian yang baik dan benar, harus ada uji pengikiran dari komite etik supaya menjaga keamanan dan keefektifan dari terapi seperti ini," ujarnya.

img_title Berat Badan Naik Saat Ramadan, Ini 7 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Konferensi Pers

Photo :
  • VIVA/Rizkya Fajarani Bahar

Ia menambahkan, setiap penelitian harus mendapat izin dari Komite Etik dan pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini untuk memastikan bahwa setiap terapi tidak hanya menjanjikan harapan kesembuhan, tetapi juga aman dan efektif bagi pasien.

Halaman Selanjutnya
img_title