Pentingnya Edukasi Langsung ke Orang Tua untuk Cegah Stunting
- Pixabay
Lifestyle –Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan anak. Beberapa dampak tersebut antara lain, gangguan perkembangan otak yang mengganggu proses belajar dan menurunkan prestasi anak ke depannya. Selain itu, risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes hingga mudah sakit dan mudah terkena infeksi.
Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi stunting adalah memberikan edukasi terkait pencegahan stunting sejak pranikah. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak dari RS Bethesda Yogyakarta, dr Devie Kristiani Sp.A. Dia menekankan bahwa edukasi langsung kepada orang tua merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencegahan stunting di tingkat keluarga.
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan. Untuk itu pencegahan dan deteksi dini menjadi hal yang krusial untuk dilakukan," kata dia dalam keterangan resminya.
Langkah pertama adalah melakukan pemantauan tinggi dan berat badan anak secara rutin, lalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tumbuh kembangnya sesuai usia. Deteksi dini menjadi kunci agar kondisi gizi anak dapat segera diintervensi sebelum terlambat.
Deteksi dini menjadi kunci agar kondisi gizi anak dapat segera diintervensi sebelum terlambat. Orang tua perlu belajar dan memahami bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga tumbuh kembang anak sangat berarti bagi masa depan mereka.
Terkait stunting, K-24 Group berkolaborasi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk Festival Sehat Ceria si Kecil di Taman Pintar, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti skrining tumbuh kembang anak, edukasi gizi keluarga, serta diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari anak-anak dan orang tua.