Weight Loss vs Fat Loss: Mana yang Paling Tepat untuk Wanita Menopause?
- Pixaby
Lifestyle – Bagi perempuan yang memasuki masa menopause, upaya menjaga kebugaran tubuh tidak hanya berfokus pada penurunan angka di timbangan. Dengan adanya perubahan hormonal signifikan, terutama penurunan kadar hormon estrogen, perempuan dihimbau untuk lebih bijak dalam merawat tubuhnya dengan memprioritaskan pengurangan lemak tubuh (fat loss) yang sehat, alih-alih sekadar penurunan berat badan (weight loss) secara umum. Pendekatan ini dinilai lebih tepat dan berfokus pada kesehatan sejati di fase kehidupan pascareproduktif.
Penurunan kadar estrogen pada masa menopause, yang umumnya terjadi di usia sekitar 51 tahun, tidak hanya memicu gejala fisik dan emosional seperti hot flashes, gangguan tidur, dan perubahan mood, tetapi juga memengaruhi metabolisme dan penyimpanan lemak, membuat perempuan lebih rentan terhadap kenaikan berat badan. Namun, manajemen penurunan berat badan yang keliru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Risiko Kehilangan Massa Otot dan Pentingnya Fat Loss Sehat
Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMINESIA) JAYA, dr. Ni Komang Yeni, Sp.OG, MM, MARS, menegaskan bahwa manajemen penurunan berat badan perlu memperhatikan komposisi tubuh. Hal ini penting agar perempuan tidak kehilangan terlalu banyak massa otot, yang dapat meningkatkan risiko Sarkopenia—kondisi kehilangan massa dan kekuatan otot terkait usia.
Di sisi lain, mencapai fat loss yang sehat tetap penting. Proses pembakaran lemak sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang tepat, menghindari diet ekstrem maupun pola olahraga yang tidak konsisten, agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
"Penurunan berat badan secara umum sering kali hanya berfokus pada angka di timbangan. Namun, angka tersebut tidak membedakan antara massa otot, air, dan lemak. Sebaliknya, penurunan lemak tubuh menargetkan timbunan lemak yang berlebihan, yang merupakan indikator kesehatan yang lebih akurat. Keduanya harus seimbang, tidak boleh hanya masa ototnya yang hilang atau hanya lemaknya yang hilang, karena keduanya tetap punya fungsi masing-masing untuk menjaga kebugaran perempuan di masa menopause," kata dr. Yeni.
Fokus yang keliru pada weight loss dapat berakibat pada hilangnya massa otot, sementara banyak perempuan menjelang dan saat menopause mengalami sarkopenia secara alami.