Tenang di Tengah Tekanan, Cara Stoicism Bantu Kita Bertahan di Dunia Kerja Modern
- Freepik
Lifestyle –Dalam dunia kerja yang serba cepat, tekanan datang dari segala arah: tenggat waktu, target yang tinggi, rekan kerja sulit, hingga ketidakpastian karier. Banyak orang merasa kewalahan dan kehilangan kendali atas emosinya. Namun, ada satu filosofi kuno yang kini kembali populer karena relevansinya dengan kehidupan modern Stoicism, atau filsafat Stoa.
Stoicism mengajarkan cara menjaga ketenangan batin di tengah kekacauan luar, fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan menerima dengan lapang dada apa yang tidak bisa kita ubah. Prinsip ini bukan hanya teori, tetapi telah menjadi panduan hidup banyak tokoh besar termasuk pemimpin bisnis dan profesional masa kini.
Apa Itu Stoicism dan Mengapa Relevan di Dunia Kerja?
Stoicism berasal dari Yunani kuno, dikembangkan oleh filsuf seperti Zeno, Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Intinya sederhana kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bereaksi.
Dalam konteks kerja, hal ini berarti:
- Kita tidak selalu bisa mengontrol perilaku atasan atau klien, tapi kita bisa memilih untuk tetap profesional.
- Kita tidak bisa menghindari kesalahan atau kritik, tapi kita bisa belajar dari situ tanpa larut dalam rasa bersalah.
- Kita tidak bisa mengubah kondisi perusahaan seketika, tapi kita bisa mengatur respon agar tetap tenang dan efektif.
Filsuf modern sekaligus penulis buku The Obstacle is the Way dan Ego is the Enemy, Ryan Holiday, menyebut Stoicism sebagai alat praktis untuk menghadapi tekanan hidup modern.