Diakui Dunia, Obat Bahan Alam Indonesia Diapresiasi WHO dan BPOM
- Freepik
Lifestyle – Obat Bahan Alam (OBA) merujuk pada produk pengobatan yang bahan bakunya berasal dari alam. Bahan baku yang digunakan dalam pengembangan OBA tidak terbatas pada tumbuhan, tetapi juga dapat berasal dari hewan. Contoh inovasi terkini adalah produk Disolf yang dikembangkan dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan telah terbukti dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.
Pengembangan produk Obat Modern Alami Integratif (OMAI) di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) dilakukan secara saintifik dan intensif, didukung dengan integrasi teknologi 4.0, mulai dari penemuan bahan aktif berbasis Tandem Chemistry Bioassay System (T-CEBS) hingga pemantauan kualitas produk pascaproduksi, untuk memastikan pembuktian secara klinis.
"Ketika kami masuk ke tahap uji klinis, kita perlu memiliki bukti ilmiah. Dengan pendekatan tersebut, akan lebih mudah memperoleh data yang baik pada fase klinis, dan berdasarkan pengalaman tersebut, jika desainnya baik mulai dari bahan baku aktif hingga produk jadi, maka produk herbal berbasis keanekaragaman hayati tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk kimia,” ujar Director of Business Development and Scientific Affairs PT Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata, di Rumah Riset DLBS di Cikarang, Jawa Barat, Kamis 16 Oktober 2025.
Inovasi Indonesia Sejalan dengan Strategi Global WHO
Kunjungan WHO ke DLBS
- Istimewa
Delegasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi riset dan pengembangan Obat Bahan Alam Indonesia.
Kunjungan delegasi WHO dan BPOM ke DLBS di Cikarang, Jawa Barat, menjadi peninjauan langsung atas penerapan riset farmasi berbasis biodiversitas Indonesia untuk pengembangan OMAI.