Mengenal Fenomena Working Poor, Saat Orang Kerja Keras Banting Tulang tapi Tetap Hidup dalam Kemiskinan
- Freepik
Lifestyle – Dalam bayangan banyak orang, memiliki pekerjaan berarti keluar dari kemiskinan. Sebab, bekerja identik dengan penghasilan tetap, stabilitas hidup, dan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Namun realitas sosial dan ekonomi menunjukkan gambaran yang tidak selalu sejalan dengan anggapan tersebut.
Di berbagai negara, baik berkembang maupun maju, muncul kelompok masyarakat yang tetap terjebak dalam kesulitan finansial meskipun mereka aktif bekerja. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah working poor.
Fenomena ini menjadi perhatian global karena menantang asumsi lama bahwa pekerjaan otomatis menjadi jalan keluar dari kemiskinan. Bagi Anda yang ingin memahami dinamika ketenagakerjaan modern, ketimpangan pendapatan, serta tekanan biaya hidup, mengenal konsep working poor menjadi sangat penting.
Apa Itu Working Poor?
Secara umum, working poor adalah orang yang memiliki pekerjaan namun pendapatan rumah tangganya tetap berada di bawah garis kemiskinan. Artinya, pekerjaan yang mereka jalani tidak menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, tempat tinggal layak, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Di banyak negara, istilah ini juga disebut sebagai in work poverty. Pengukurannya bisa berbeda, ada yang menggunakan garis kemiskinan nasional, ada pula yang memakai standar relatif, misalnya pendapatan rumah tangga di bawah persentase tertentu dari pendapatan median nasional.