Mengenal Aturan 80/50, Senjata Investor Raih Cuan di Tengah Reli Logam Mulia
- Barron's
Lifestyle – Perak mencuri perhatian pasar global terutama beberapa bulan terakhir di tahun 2025. Logam mulia ini melesat tajam menyusul reli emas karena meningkatkan permintaan seiring investor mencari aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi, geopolitik, dan arah kebijakan moneter global.
perak melonjak lebih dari dua kali lipat hingga menembus area US$70 per ons menjelang akhir tahun ini. Di mana pada awal tahunn 2025, harga perak diperdagangkan di kisaran US$30 per ons.
Euforia kenaikan harga perak mendorong investor melirik aturan 80/50 untuk mendulang cuan dari investasi logam mulai ini. Metode klasik ini kerap digunakan analis logam mulia, yakni
Aturan 80/50 dalam Investasi Perak
Dikutip dari CBS News, aturan 80/50 merupakan strategi taktis berbasis rasio emas terhadap perak. Rasio ini menunjukkan berapa ons perak yang dibutuhkan untuk menyamai nilai satu ons emas. Angkanya terus berubah mengikuti pergerakan harga kedua logam tersebut.
Prinsipnya sederhana, yakni ketika rasio emas-perak naik di atas 80, investor menilai perak berada dalam kondisi relatif murah dibanding emas. Pada fase ini, strategi 80/50 menyarankan rotasi investasi ke perak. Sebaliknya, ketika rasio turun di bawah 50, perak dianggap relatif mahal, sehingga investor dianjurkan kembali ke emas.
Pendekatan ini tidak berupaya menebak harga absolut, melainkan memanfaatkan pergerakan relatif antara dua aset safe haven utama. Selama puluhan tahun, rasio emas-perak secara historis bergerak di kisaran 60:1 hingga 75:1, meski pernah menyentuh ekstrem, dari sekitar 15:1 pada era mania logam mulia 1979 hingga di atas 120:1 saat puncak ketidakpastian pandemi 2020.