Rumus Alokasi Gaji 10-10-10-70, Benarkah Lebih Mudah dan Efektif Jaga Kesehatan Finansial?
- Freepik
Lifestyle – Mengatur keuangan pribadi kerap menjadi tantangan terbesar bagi banyak orang. Setiap bulan, gaji masuk, tapi belum akhir bulan kantong sudah kembang-kempis.
Berbagai teori pengelolaan gaji ada, seperti 50-30-20, 60-20-20, hingga metode zero-based budgeting masih kerap mengalami kebocoran. Kini ada sebuah metode bernama 10-10-10-70 yang ramai dibicarakan karena fleksibilitas dan efektivitasnya dalam menjaga kesehatan finansial.
Dilansir dari Investopedia, cara sederhana ini memudahkan pekerja mengontrol pengeluaran sekaligus memastikan gaji digunakan secara produktif. Pasalnya, rumus ini tidak sekadar angka tetapi strategi alokasi gaji yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, investasi, dan gaya hidup.
Dengan metode ini, pengelolaan keuangan terasa lebih mudah dipahami dan dijalankan, bahkan oleh pekerja muda atau freelancer yang penghasilannya fluktuatif. Dikutip dari Forbes, rumus ini menekankan bahwa strategi pengelolaan gaji yang sederhana dan disiplin membantu membangun kontrol finansial jangka panjang.
Apa Itu Rumus 10-10-10-70?
Rumus 10-10-10-70 membagi gaji bulanan ke dalam empat porsi, sebagai berikut:
- 10 persen pertama untuk tabungan jangka panjang yang disisihkan sebagai dana darurat atau tabungan besar, seperti untuk rumah, pendidikan, atau pensiun.
- 10 persen kedua untuk investasi, yakni dialokasikan ke instrumen investasi seperti saham, reksa dana, atau kripto, agar gaji tidak hanya habis untuk konsumsi.
- 10 persen ketiga untuk amal atau sedekah guna memberi kontribusi sosial sekaligus menumbuhkan disiplin finansial.
- Sisanya sebanyak 70% persen untuk kebutuhan hidup dan gaya hidup meliputi biaya makan, transportasi, hiburan, dan kebutuhan sehari-hari.