Apa Itu Loud Leaving? Tren Baru di Kalangan Pekerja Diklaim Bikin Karier Melejit
- Freepik
Lifestyle –Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia kerja semakin kompetitif terlebih hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai banyak diadopsi perusahaan besar. Alhasil, generasi profesional muda kini menghadapi tekanan besar untuk tampil produktif sekaligus menjaga kesehatan mental.
Di tengah budaya hustle yang masih kuat, muncul tren baru yang sedang ramai dibicarakan , yaitu loud leaving. Fenomena ini menekankan keberanian pekerja untuk menunjukkan secara terbuka bahwa pekerja meninggalkan kantor tepat waktu (tenggo) tanpa merasa bersalah.
Tren ini berangkat dari kesadaran bahwa jam kerja panjang bukan lagi indikator profesionalisme. Banyak perusahaan global mulai melihat bahwa karyawan yang mampu mengatur batasan kerja justru lebih produktif, kreatis, dan loyal. Di Indonesia, tren ini perlahan ikut berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan keseimbangan hidup.
Apa itu Loud Leaving?
Loud leaving adalah kebiasaan menunjukkan secara terang-terangan saat Anda menyelesaikan pekerjaan dan pulang tepat waktu. Bukan untuk pamer, melainkan sebagai bentuk normalisasi keseimbangan kerja dan kehidupan sosial (work life balance) yang sehat.
Contohnya, mengucapkan pamit dengan percaya diri, menutup laptop di jam kerja selesai tanpa rasa sungkan, atau keluar dari kantor tanpa menunggu orang lain. Tujuannya untuk membentuk budaya sehat bahwa bekerja sesuai porsi bukanlah tindakan malas, tetapi bentuk efisiensi dan profesionalisme.
Tren ini semakin populer sejak era hybrid working, di mana batas kerja dan waktu pribadi semakin kabur. Loud leaving hadir sebagai pengingat bahwa batas itu tetap penting untuk dijaga.