4 Alasan Pameran Internasional Jadi Motor Penggerak Ekonomi Indonesia
- Istimewa
Lifestyle – Pameran internasional menjadi salah satu motor penting dalam menggerakkan perekonomian nasional, terutama di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Melalui pertemuan lintas negara ini, para pelaku industri mendapat akses langsung terhadap teknologi terbaru, peluang bisnis baru, hingga jejaring dagang internasional yang sulit ditemukan dalam aktivitas promosi biasa.
Pameran internasional semacam merupakan platform sinergi yang mempertemukan produsen global, pelaku usaha nasional, dan investor potensial. Salah satunya adalah gelaran Homelife Indonesia Series 2025, menghadirkan ribuan peserta dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Thailand dan lainnya. Pameran berlangsung hingga 29 November 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Tidak hanya memamerkan barang dari para exhibitor, acara ini juga terdapt sei pertemuan eksklusif yang mempertemukan pemimpin perusahaan, hingga perwakilan asosiasi. Berikut empat manfaat utama pameran internasional bagi ekonomi Indonesia.
1. Transfer Ilmu dan Teknologi Antarnegara
Ketua Dewan Pakar IKA ITT-STTT, Elis Masitoh, mengatakan bahwa pameran internasional membuka ruang besar bagi pelaku industri lokal untuk mempelajari inovasi global secara langsung. Melalui interaksi dengan produsen dari berbagai negara, perusahaan Indonesia dapat memahami teknologi, proses produksi, hingga model bisnis yang lebih efisien.
Dalam pameran Homelife Series 2025, mengadakan berbagai aktivitas bersama asosiasi dan komunitas sektor terkait yang bertujuan memperkuat transfer pengetahuan, mendukung pengembangan industri lokal, serta menciptakan sinergi antara pelaku usaha nasional dan internasional.
Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKPK) Fahri Hamzah menilai pameran berskala internasional dapat menambah ilmu guna mempercepat pembangunan perumahan di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memperbaiki proses, memperkuat industri bahan bangunan, dan meningkatkan kolaborasi agar persoalan harga dan stabilitas material bisa teratasi.