5 Modus Penipuan Investasi Berkedok Arisan Online, Jangan Sampai Terjebak!

Ilustrasi arisan
Sumber :
  • Freepik

LifestyleInvestasi tidak melulu menaruh uang di pasar modal. Arisan online masih diminati masyarakat Tanah Air, khususnya kalangan ibu-ibu. Sayangnya, tingginya antusiasme ini justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencari keuntungan pribadi.

img_title Bitcoin Anjlok ke Level US$63.000, Masih Jadi Primadona Portofolio Anak Muda?

Korban biasanya iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat, sampai akhirnya menyadari bahwa dana mereka raib tanpa jejak dan pengelola arisan menghilang begitu saja. Fenomena ini terus berulang karena pelaku memanfaatkan celah literasi digital yang masih rendah dan tren gaya hidup digital yang serba instan. 

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa aduan terkait penipuan investasi digital meningkat dari tahun ke tahun, termasuk yang menggunakan skema arisan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan sejak awal sebelum bergabung dengan kelompok arisan online apa pun, terutama yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal.

img_title Cara Mengatur Portofolio Tetap Aman saat Pasar Amblas, Nomor 4 Belum Banyak Dilakukan Para Investor

1. Iming-Iming Profit Tinggi dengan Setoran Kecil

Modus ini menjadi salah satu yang paling sering digunakan pelaku penipuan. Mereka menawarkan keuntungan hingga 50–100 persen hanya dalam beberapa minggu. Skema arisan biasanya dikemas sebagai “arisan investasi”, dengan dalih dana akan dikelola pada instrumen tertentu. 

img_title Eksplorasi Mineral Kritis Jadi Kunci Sukses Hilirisasi, Ini 5 Peluang Cuan yang Menjanjikan

2. Memanfaatkan Testimoni Palsu untuk Membangun Kepercayaan

Pelaku penipuan biasanya membuat testimoni seolah-olah banyak member sudah berhasil mendapatkan keuntungan. Foto transfer, video unboxing hasil arisan, hingga chat testimoni diunggah untuk memancing kepercayaan calon korban. Padahal sebagian besar testimoni tersebut palsu atau hasil rekayasa. 

Halaman Selanjutnya
img_title