Tren Profesi Petani Tembakau Mengalami Pergeseran, Ahli Soroti Potensi Dampaknya

Ilustrasi petani tembakau
Sumber :
  • Istimewa

Lifestyle – Perubahan dinamika di sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau, kembali menjadi perhatian di tengah isu regulasi baru yang dinilai berpotensi memengaruhi keberlanjutan ekonomi masyarakat. Profesi petani tembakau selama ini dikenal sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah, terutama di wilayah sentra produksi. 

img_title Tips Bijak Menggunakan PayLater untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, Awas Jangan Sampai Kebablasan!

Namun berbagai tekanan regulasi disebut dapat memunculkan tantangan baru yang membuat masa depan profesi ini semakin disorot.

Dalam beberapa pekan terakhir, penolakan terhadap dugaan masuknya intervensi asing dalam penyusunan kebijakan terkait industri hasil tembakau semakin menguat. Perubahan regulasi dianggap bukan hanya berdampak pada industri, tetapi juga pada jutaan petani dan pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.

img_title Tren Penggunaan PayLater di Momen Ramadan 2026, Dari Tiket Mudik hingga Bukber

Penolakan terhadap intervensi asing dalam kebijakan industri hasil tembakau (IHT) nasional semakin menguat. Sejumlah tokoh masyarakat dan wakil rakyat menyoroti masuknya agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam regulasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 dan rancangan aturan turunannya.

Penerapan FCTC dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap jutaan pekerja, petani tembakau, serta pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia. Isu ini pun menjadi sorotan di parlemen.

img_title Persiapan Dana Mudik Lebaran Jangan Dadakan, Ini Cara Mengaturnya Sejak Awal

Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Muhammad Misbakhun, menegaskan bahwa isu tembakau merupakan pertarungan antara kepentingan nasional dan agenda asing. Ia menyayangkan sikap sebagian pihak yang kerap menyangkal keberadaan IHT, padahal sektor ini memiliki nilai ekonomi dan kepentingan nasional yang signifikan.

“Kita harus hati-hati terhadap agenda global yang bisa memastikan industri padat karya ini,” ujar Misbakhun. 

Halaman Selanjutnya
img_title