Kenali Industri Biomassa Sebagai Peluang Bisnis Energi Terbarukan di RI, Seberapa Cuan?

Ilustrasi industri biomassa
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Indonesia memiliki potensi hutan yang cukup besar untuk mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa. Energi ini memanfaatkan limbah kayu dan hutan tanaman energi (HTE) untuk menghasilkan wood pellet yang dapat menjadi alternatif pengganti batu bara, sekaligus mendukung target energi hijau nasional.

img_title Tips Bijak Menggunakan PayLater untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, Awas Jangan Sampai Kebablasan!

Milton Pakpahan dari Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) menyebutkan adanya peluang pengembangan HTE di Pulau Jawa, khususnya pada lahan yang termasuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDPK) seluas sekitar 1,1 juta hektar. Namun, pemanfaatannya memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kehutanan agar sesuai peruntukan hutan.

Ia menambahkan bahwa hutan tanaman energi dikelola melalui siklus tanam-panen-tanam ulang secara berkelanjutan.

img_title Tren Penggunaan PayLater di Momen Ramadan 2026, Dari Tiket Mudik hingga Bukber

“Terdapat 25 unit IUPHHK-HTI (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Industri pada Hutan Tanaman Industri) dan Perum Perhutani yang mendukung pembangunan HTE. Sebelas IUPHHK-HTI telah mengalokasikan areal untuk Energi seluas 129.034 ha,” jelas Milton dalam paparannya di Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Legal dan Lestari: Fakta di Balik Ekspor Biomassa Indonesia dalam Kerangka Komitmen Iklim Global' yang digelar oleh Asosiasi Produsen Biomassa Indonesia (Aprebi) di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.

Pemanfaatan Limbah Hutan untuk Biomassa

img_title Persiapan Dana Mudik Lebaran Jangan Dadakan, Ini Cara Mengaturnya Sejak Awal

Selain hutan tanaman, limbah hutan alam juga menjadi salah satu sumber bahan baku. Limbah ini berasal dari proses penebangan pohon dan dapat diolah menjadi wood pellet. “Berdasarkan informasi dari lapangan, limbah pemanenan HA bisa mencapai 30 persen,” terang Milton.

Limbah yang diolah sesuai standar SNI dapat digunakan untuk kebutuhan energi domestik maupun ekspor, sambil tetap menjaga prinsip keberlanjutan hutan.

Halaman Selanjutnya
img_title