Teknologi Pelapis dan Cat di Indonesia Ketinggalan dari Eropa, Gimana Solusinya?
- Freepik
Lifestyle – Dalam lanskap industri modern, sektor pelapis dan cat (coating) memegang peran penting dalam menopang banyak bidang: konstruksi, otomotif, maritim, hingga energi. Namun, di tengah perkembangan global yang semakin pesat, Indonesia masih tertinggal dari Eropa dalam hal teknologi pelapis dan cat. Pertanyaannya, kenapa bisa tertinggal, dan bagaimana solusi agar industri ini mampu bersaing secara global?
Ketertinggalan Teknologi: Masalah yang Sistemik
Senior Professional Coating Asosiasi Coating Indonesia (ASCOATINDO), Adiwan Djohanli, mengungkapkan bahwa secara produk dan teknologi, industri coating Indonesia memang terus berkembang, tetapi belum mampu mengejar level inovasi yang telah dicapai Eropa.
“Industri coating terus berkembang, baik dari produk maupun teknologinya. Namun teknologi pelapis dan cat Indonesia masih tertinggal dibanding Eropa. Padahal Indonesia salah satu negara dengan populasi besar dan pasar cat yang besar pula,” jelas Adiwan.
Ketertinggalan ini bukan hanya karena faktor teknologi, tetapi juga rantai pasok bahan baku yang belum mandiri. Sekretaris Jenderal ASCOATINDO, Ir. Harryawan, menambahkan bahwa sebagian besar bahan baku seperti pigmen dan resin masih bergantung pada impor.
“Saat ini industri pelapis dan cat masih sangat tergantung dari impor bahan baku dikarenakan industri bahan baku seperti pigmen belum berkembang di Indonesia. Bahkan, untuk industri otomotif, marine, hingga offshore, bahan baku dominannya berasal dari luar negeri,” ungkapnya.