8 Negara dengan Anggaran Riset Terbesar di Dunia, Indonesia Masih Tertinggal Jauh
- Freepik
Lifestyle – Riset menjadi indikator penting kemajuan suatu negara. Melalui penelitian, lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing ekonomi. Namun, kegiatan riset tentu membutuhkan biaya besar, mulai dari tahapan awal penelitian hingga publikasi hasilnya.
Sayangnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal pendanaan riset yang relatif kecil dibanding negara-negara maju. Sementara itu, sejumlah negara telah menggelontorkan dana riset dalam jumlah fantastis. Dukungan anggaran yang masif memungkinkan para peneliti di negara tersebut menghasilkan temuan baru di berbagai bidang strategis.
Founder KUMPUL sekaligus Chairperson KUMPUL Impact, Faye Wongso, minimnya alokasi dana untuk penelitian menjadi salah satu hambatan pertumbuhan bisnis di tanah air, di samping kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terus jadi momok. Ia menyinggung, anggaran riset yang diberikan pemerintah Indonesia masih sangat kecil.
"Selain SDM, masalah besar lain adalah Research & Development (R&D). Anggaran R&D kita termasuk yang terendah di dunia, hanya sekitar 0,25–0,28 persen dari APBN. Rata-rata negara lain bisa mencapai 3 persen", kata Faye saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Faye menekankan, tanpa riset maka ekosistem bisnis tidak akan beranjak menuju era teknologi tinggi (deep tech). Akibatnya, solusi ekonomi kita berhenti di level 1.0, yakni hanya sebatas menghubungkan pihak A dan B seperti model cutting middleman.
Dikutip VIVA dari berbagai sumber, berikut delapan negara dengan anggaran riset terbesar di dunia. Ada