Gelar Sarjana vs Skill, Mana yang Lebih Dibutuhkan untuk Cari Kerja di 2025?

Ilustrasi wisuda
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kerja mengalami pergeseran besar dalam cara perusahaan menilai calon karyawan. Jika dulu gelar sarjana dianggap sebagai tiket utama untuk mendapatkan pekerjaan bergengsi, kini tren tersebut mulai berubah. 

img_title Tips Bijak Menggunakan PayLater untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, Awas Jangan Sampai Kebablasan!

Tahun 2025 menjadi titik di mana banyak perusahaan beralih ke pendekatan berbasis keterampilan atau skills-based hiring.

Perubahan ini tak lepas dari transformasi teknologi, munculnya industri baru, serta kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang bisa langsung beradaptasi. Akibatnya, banyak kandidat tanpa gelar tinggi kini mampu bersaing sejajar, bahkan lebih unggul, berkat kemampuan spesifik yang dimiliki.

img_title Tren Penggunaan PayLater di Momen Ramadan 2026, Dari Tiket Mudik hingga Bukber

Pertanyaannya, apakah gelar sarjana benar-benar mulai kehilangan nilainya? Atau justru masih penting untuk sebagian bidang pekerjaan? Berikut informasi lengkapnya sebagaimana dirangkum daridari Hays UK dan Unleash, Senin, 20 Oktober 2025.

Perusahaan Mulai Utamakan Skill Daripada Gelar

img_title 5 Pekerjaan Kreatif 'Makin Mahal' di Era AI

Berbagai survei global menunjukkan tren yang konsisten, di mana perusahaan semakin menilai keterampilan nyata dibandingkan ijazah akademik. Dalam laporan rekrutmen internasional tahun 2025, sekitar 45% pemberi kerja menyebut bahwa gelar tidak lagi menjadi faktor utama dalam proses seleksi. 

Sementara 51% manajer perekrutan bahkan menilai bahwa kemampuan dan pengalaman praktis jauh lebih berharga daripada gelar, jabatan, atau lamanya pengalaman kerja.

Halaman Selanjutnya
img_title