Perusahaan Teknologi Ini Luncurkan 3 Produk Bioplastik, Dukung Industri Hijau dan Jawab Masalah Sampah di Indonesia
- idnes
Lifestyle – Industri hijau di Indonesia kian menggeliat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Menangkap peluang itu, perusahaan teknologi bioplastik dan plastik cepat terurai alami, Greenhope, meluncurkan tiga inovasi ramah lingkungan yang diklaim mampu menggantikan plastik konvensional tanpa mengorbankan kualitas maupun efisiensi produksi.
CEO Greenhope sekaligus Ketua Umum Asosiasi Material Berkelanjutan Indonesia (AMBI), Tommy Tjiptadjaja, inovasi material bioplastik mencerminkan tekad perusahaan dalam mendukung peta jalan industri hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pihaknya juga berkolaborasi dengan pemerintah sebagai bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Dukungan terhadap industri hijau di Indonesia diperkuat Greenhope dan AMBI lewat Pernyataan Komitmen Bersama Akselerasi Industri Bioplastik dalam AIGIS 2025 yang dihadiri AMBI, Greenhope, organisasi mitra pembangunan, dan perwakilan kementerian terkait.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting menuju penguatan industri bioplastik nasional yang berdaya saing global dan berorientasi keberlanjutan. AMBI dan Greenhope sebagai penggerak ekosistem bioplastik nasional menjadi sorotan berkat peran aktifnya membangun jembatan antara inovasi, kebijakan, dan implementasi industri.
Forum The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang digelar oleh Kemenperin di Jakarta Convention Center adalah bukti nyata kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan lingkungan. Hadir perwakilan dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan lembaga internasional untuk mempercepat transisi menuju industri ramah lingkungan, terutama di sektor bioplastik.
Diskusi Lintas Sektor Soal Bioplastik
- -
Tommy mengatakan percepatan adopsi bioplastik merupakan bentuk kontribusi industri bioplastik untuk memerangi sampah plastik dan membantu menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia yang harus tuntas pada 2029. Semua solusi seperti daur ulang, pakai ulang, dan bioplastik (bio based dan/atau mudah terurai) berkontribusi positif dan mempercepat kemajuan.