Tren Kecantikan Kini Lebih Inklusif, Fokus pada Kesehatan dan Keseimbangan Diri
- Freepik
Lifestyle – Di tengah gempuran tren kecantikan yang menuntut kesempurnaan fisik, mulai dari kulit putih, tubuh langsing, hingga wajah tirus, banyak perempuan merasa terjebak dalam standar yang sempit. Media sosial memperkuat persepsi bahwa kecantikan harus seragam, padahal setiap individu memiliki definisi dan perjalanan yang berbeda.
Dalam situasi ini, muncul pendekatan baru yang menekankan bahwa kecantikan sejati bukanlah tentang tampil tanpa cela, melainkan tentang kesehatan, keseimbangan, dan penerimaan diri.
Pendekatan ini semakin relevan bagi masyarakat modern yang mulai memahami pentingnya hubungan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Kecantikan tidak lagi berhenti pada tampilan luar, melainkan meluas menjadi bentuk kesadaran diri dan keberanian untuk hidup apa adanya.
Perspektif ini pula yang diusung oleh dr Ayu Widyaningrum, seorang dokter estetika sekaligus figur publik yang dikenal karena pandangannya tentang kecantikan yang inklusif.
“Cantik bagi wanita Indonesia memang masih dikategorikan sosok wanita yang putih bersih, langsing, dan tirus. Padahal cantik menurut saya adalah bagaimana seorang wanita bisa mempunyai kulit yang sehat diimbangi dengan tubuh atau fisik dan mental yang sehat,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Senin, 20 Oktober 2025.
Pakar kecantikan dr Ayu
- Freepik
Pandangan ini mencerminkan pemahaman yang lebih dalam bahwa kecantikan sejati terpancar dari keseimbangan antara perawatan diri dan kesehatan mental. Dalam praktik medisnya, pendekatan inklusif menjadi nilai utama.